pEacE roOm

# rEaLiTa CiNtA sEgi 3 #

“Jo… knapa sih kamu ngejauhin aku?”

“Nggak ada gunanya aku deket sama kamu lagi…!”

Kuayunkan langkah menjauhi Mega. Sebenarnya aku tidak tega melihat gadis yang aku sayangi menangis dihadapanku. Apalagi akulah penyebabnya.

Masih kudengar suara Mega yang serak karena menangis memanggilku. Sebenarnya aku tak ingin melakukan ini.Tapi ini demi persahabatanku dengan Dicky yang sedang diujung tanduk. Kutambah kecepatan berjalan, aku ingin cepat-cepat sampai dirumah. Ingin meluapkan semua bebanku pada seseorang.

^_^

Buk..!! Kuhempaskan tubuhku ke tempat tidur, seragam sekolah masih melekat ditubuhku. Langsung kuambil handphone dan kukirim pesan pada seseorang.

“Ran mu curhat nii……”

Send to : Ranti

Sambil menunggu balasan dari Ranti, kuganti seragamkudengan pakaian sehari-hari. Kalau mamaku tahu aku tidak ganti seragam, bias-bisa aku diomelin sehari-semalam. Bias pecah gendang telingaku mendegar suara mama yang menggelegar.

Oya, Ranti itu sepupuku. Sepupu jauh siih, tapi karena dialah satu-satunya sepupu yang seuuran denganku, maka aku memilihnya untuk menjadi tempat berbagi cerita. Apalagi dia sudah banyak mengenal teman-temanku, sehingga aku tidak perlu lagi mengenalkannya pada mereka. Sejak SD aku tidak pernah satu sekolah dengannya, dia di SD 19, dan aku di SD 06. Aku masuk SMP dan dia masuk MTs. Sekarang pun begitu, dia di SMA dan aku lebih memilih menjadi siswa di SMK. Tak pernah bertemu..tapi hal itu tak membuat kedekatan kami berkurang, kami selalu berkomunikasi melalui handphone.

Satu jam kutunggu balasan dari Ranti, tapi handphoneku tak kunjung berdering. Tak berapa lama kemudian. “Tut tut tut . . . . . Ah, akhirnya Ranti menjawab smsku”,pikirku. Sambil berlari kuraih handphoneku yang tergeletak di tempat tidur. Tak sabar kubuka pesan itu. Namun, rasa kecewa langsung mengalir dalam tubuhku , badanku lemas , Ternyata sms itu bukan dari Ranti, tapi dari Mega.

“Jo, please jangan jauhin aku aku nyesel nolak kamu . . .”

Sender : Mega

“What? Dasar cewek plin –plan, udah nolak mentah-mentah sekarang bilang nyesel. Hatiku sakit , rasanya aku dipermainkan”.

Tak kubalas smsnya , aku tak ingin berhubungan dengannya lagi. Apalagi aku tidak ingin merusak kebahagiaan sahabatku yang kini sudah menjadi kekasihnya. Kuletakkan handphone diatas meja komputer. Berharap Ranti akan menjawab pesanku.

^^,

Matahari tenggelam, siang telah berganti malam. Ranti tak kunjung membalas smsku. Aku resah, aku butuh tempat berbagi cerita saat ini. Beberapa kali ku hubungi handphonenya, namun tak ada jawaban. Mungkin lebih baik aku kerumahnya malam ini, pikirku. Aku langsung menyambar kunci sepeda motor diatas meja belajarku, dan berlari kegarasi mengambil motor. Bunyi motor yang ku starter mengejutkan seisi rumah. Mamaku datang dan langsung mengintoregasiku.

“Jo , mau kemana..?”

“Kerumah tante Titi, ma”

“Kerumah tante Titi? Tunggu sebentar ya , mama mau nitip sesuatu.”

Mamaku bergegas kedalam rumah mengambil sesuatu yang baru saja yang dikatakannya. Tapi aku langsung memutar gas motorku sambil berteriak.

“MA , NITIPNYA BESOK AJA YA. AKU BURU-BURU NII…”

^-^

Ting tong , ting tong.

Tak sabar ku tekan bel dirumah tante Titi berulang-ulang. “Lama banget sis?” sambil mondar-mandir didepan pintu. Terdengar langkah kaki mendekati pintu. Sesaat kemudian pintu rumah tante Titi terbuka. Kak Fara yang membuka . Tentu saja aku kenal, kak Fara kakak Ranti dan mereka sepupuku. Tanpa basa-basi langsung kutanya keberadaan Ranti.

“Rantinya ada , kak?”

“Eh Jo, sendirian? Masuk dulu yuk !”

Kulangkahkan kaki memasuki ruang tamu rumah itu. Tanpa menjawab pertanyaan kak Fara. Sangat sederhana . Kursi kayu yang tersusun rapi dan hiasan dinding dari bambu terpajang cantik. Sebuah lampu neon menerangi ruangan, membuat aku mampu melihat sekeliling ruangan. Kudengar suara televisi dari ruang keluarga, mungkin mereka sedang menonton televisi, pikirku. Kuulangi lagi pertanyaan yang tak dijawab kak Fara tadi.

“Rantinya kemana, kak..?”

“Ada kok..duduk aja dulu, sebentar kakak panggilin, ya..”Kak Fara masuk keruangan selanjutnya.

Aku duduk dengan suasana hati kacau. Ranti belum juga keluar. Lima menit kemudian, seorang gadis dengan rambut ikal sepinggang keluar dari ruang keluarga.

“Aah..Akhirnya Ranti datang juga”

“Ada apa Jo,,tumben malam-malam begini kerumah, ada apa ?”Ranti membuka pembicaraan.

“Ah , mmm…aku mu curhat…, Mega bilang dia nyesel nolak aku” Ucapku memulai mencurahkan isi hatiku.

“Mega yang pernah kamu tembak dulu ? yang teman sekelas kamu itu ?” Ranti menghujamku denagn pertanyaan. Aku hanya menjawab dengan anggukan.

“Bukankah dia udah jadian sama Dicky ?”

“Ya,,memang . Aku nggak ngerti Ran. Dia minta aku nggak menjauh dar dia. Aku bingung, kalau aku tetap dekat sama dia, apa kata Dicky ? Dicky sahabatku, Ran. Bisa-bisa persahabatanku dengan Dicky beneran hancur.”

Kututup wajahku dengan kedua telapak tangan. Baru kali ini aku mendapatkan masalah serumit ini.

“Gini aja, kamu ngomong ke Mega, kasih dia pengertian, kalau kamu nggak bias deket sama dia lagi. Dia udah punya pacar dan pacarnya itu sahabat kamu, ya , pasti kamu bisalah……” Ranti memberikan sedikit solusi padaku. Tapiaku ragu.

“Aku nggak yakin bisa ngomong kedia. Aku nggak tega , Ran..”

“Aku yakin kamu pasti bisa, cewek nggak Cuma dia aja, Jo..” Ranti terus meyakinkan ku. Aku mencoba memantapkan hati.

“Okelah Ran.. aku coba. Thank’s ya.. Aku udah sedikit tenang. Kalau gitu aku pulang sekarang deeh, Ran.” Aku berdiri, beranjak menuju pintu. Tapi langkahku terhenti teringat sesuatu.

“Mama kamu mana, Ran.” Kataku sambil berbalik menghadap Ranti.

“Ada apa ? Perlu aku panggil ?”

“Nggak , Nggak usah. Cuma mau bilang, mamaku titip salam tadi.”

“ooh.. nanti aku sampaikan.”

“Kalau gitu, aku pulang ya,, Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikum salam . Hati-hati ya!.”

Aku langsung menuju motorku. Aku pulang dengan hati sedikit tenang, karena masalahku telah mendapatkan solusi, tinggal pelaksanaannya.

^,^

Keesokan harinya, saat istirahat disekolah, aku meminta seorang teman untuk memanggilkan Mega. Aku menunngunya ditaman samping sekolah. Tak berapa lama menunggu, Mega datang. Dia datang dengan wajah ceria. Hatiku luluh, perasaan tak tega kembali menghampiriku. Tak jadi kusesalkan rencanaku sebenarnya. Aku hanya mengajaknya bercerita tentang hubungannya dengan Dicky.

_+_+_

Malam ini, aku tak mengirim pesan pada Ranti. Padahal Ranti sudah beberapa kali menghubungi handphoneku. Satu pesan dan 5 panggilan tak terjawab tak kuhiraukan. Ranti pasti kecewa kalau dia tahu aku belum melakukan nasehatnya. Aku tidak ingin itu terjadi. Lebih baik aku tidak menghubunginya, sampai aku berani bicara pada Mega.

_-_-_

Seminggu berlalu, Aku belum juga bicara pada Mega. Dan selama itu pula kami tak pernah berkomunikasi satu sama lain, disekolah kami tidak pernah mengobrol..walaupun itu sedang diskusi. Ketika bertemu kami selalu buang muka, acuh-tak acuh, dan bersikap dingin.

“-“

Pagi senin yang cerah. SMK N 1 telah dipenuhi oleh siswa dan siswi. Aku baru memasuki gerbang sekolah saat kulihat Mega dan Dicky berjalan bersama menuju kelas. Aku berlari menghampiri mereka.

“Pagi !” Sapaku, membuat mereka sedikit terkejut. Aku berjalan beriringan dengan mereka.

“Hai Jo..! Bikin kaget deeh !..” Mega bersikap manja didepanku, aku jadi sedikit tidak enak pada Dicky.

“Aku mau ngomong sebentar, bisakan ?” ujarku tanpa menghiraukan Mega.

“Sekarang ?” Tanya Dicky heran melihatku sangat serius.

“Ya, iya lah, kapan lagi ? Mumpung bel masih lama. Kita cari tempat duduk, yuk!” Kuedarkan pandangan mencari tempat yang nyaman.

“Disana aja,” Kutunjuk sebuah pohon besar disudut sekolah yang dibawahnya tersusun bangku-bangku kecil. Aku, Mega dan Dicky langsung menuju kesana.

“Ada apaan siih Jo ?” Dicky tak sabar ingin mendengar kata-kataku.

“gini Dick.., mungkin kamu nggak tau. Sebenarnya sebelum kamu nembak Mega, aku udah nembak dia duluan. Tapi Mega nolak aku, dia lebih milih kamu,. Jadi aku cuma minta kamu jaga Mega baik-baik. Dan buat kamu Ga, aku minta pengertian kamu, please… jangan minta aku buat deketin kamu lagi, kamu udah punya Dicky. Kasihan Dicky.” Ujarku panjang lebar. Dicky menepuk pundakku lalu berkata.

“Sebenarnya aku udah tau, Jo..” Perkataan Dicky barusan membuat kaget, aku tak percaya kalau Dicky sudah mengetahui hal ini. Kenapa dia diam saja? Kupandang Dicky dengan pandangan tak percaya.

“Aku sengaja nggak bilang ke kamu.” Ujar Dicky seolah tau isi pikiranku.

“Jo , maafin aku ya, semua gara-gara aku.” Suara Mega mengingatkan ku kalau kami tidak berdua, ada Mega.

“Nggak apa-apa,, Ga. Cobalah untuk setia, OKE !” Mega mengangguk pelan, lalu menyunggingkan sebuah senyuman, pertanda ia akan mencoba untuk lebih menyayangi Dicky. Sesaat kemudian, bel berbunyi, kami betiga menuju kelas dengan hati lapang.

(^^,)

Beberapa bulan pun beralu, dan kami pun baru selesai menyelesaikan ulangan semester, kami berkumpul di ruangan kelas kami bersama teman-teman yang lain, serta seorang wali kelas kami. Kami berencana ingin mengadakan tamasya dalam rangka menyambut selesainya ulangan semester.

Diperjalan, kami semua sangat gembira dan bersuka ria, termasuk Mega dan Dicky. Mereka sangat gembira karena dapat berduaan. Suatu ketika, tak sengaja aku melihat mereka berdua yang sedang bermesra-mesraan, mereka berdua saling mendekat, aku tak menyangka bahwa mereka berdua telah “*********”. “Hha……………………………… !!!??” aku kaget seolah tak percaya,, tapi apa yang bisa ku perbuat dan apa juga untungnya bagiku kalau aku bisa menghentikan perbuatan mereka berdua tadi.

Aku kembali teringat pada pertanyaanku pada Mega beberapa waktu yang lalu melalui sms..

“Ga.. aku boleh nanya nggak…??”

send to : Mega

“Ya,,knapa Jo..?? kamu mau nanya apa??” Mega membalas sms ku.

Sender : Mega

“Gini,,aku mau nanya, kamu pernah……………mmmm………tapi jangan marah ya… kamu perrr……naahh…… “*********” nggak??

Send to : Mega

“hhhaaaahhh……………………Jo…… kamu apa-apaan siih…mana pernah aku nglakuin hal kayak gituan.. aku ngaak sebodoh yang kamu kira, aku ini cewe baik-baik Jo…” Mega menjawab seolah kaget tak percaya dengan apa yang aku tanyakan padanya.

sender : Mega

Teringat ucapan Mega padaku beberapa waktu yang lalu melalui sms tersebut,,aku tidak percaya bahwa Mega itu sebenarnya nggak seperti yang aku kira. Ternyata dia orangnya “*******” ketika sampai dirumah, aku kembali teringat pada apa yangtelah Mega lakukan bersama Dicky pada waktu bertamasya, aku kembali menerornya dengan mengirimkan sms…

“loe cwe munafik”

send to : Mega

Mega belum membalas……

“loe cwe munafik”

send to : Mega

lalu aku kembali mengirimkan sms tersebut..

Tak lama kemudian datang sebuah sms…

“Tuut…tuut…tuut…” lalu aku membuka sms tersebut dan membacanya.

“Maaf ini siapa ya..?? maksud kamu ngirimin aku sms kayak itu apaan sii?? Tapi sebelumnya aku mu nanya, kalau memang benar ini kamu Jo..aku minta maaf sebelumnya ke kamu kalau aku bikin kamu sakit hati.”

Sender : Mega

Lalu aku membalas sms Mega tersebut..

“Kalo emank ini aku,,knapa………?? Aku nggak nyangka kalau kamu melakukannya…, Ga”

send to : Mega

“Maksud kamu apa sii Jo…” dengan nada sedih.

Sender : Mega

“Kamu kira aku nggak liat apa yang kamu perbuat bersama Dicky sewaktu tamasya……”

send to : Mega

“emanknya aku ngelakuin apaan siih Jo…?”

sender : Mega

Beberapa waktu kemudian……aku tak lagi membalas sms Mega… mungkin ia marah kepada ku.

____O____

Keesokan harinya datang sms dari Dicky kepada ku…

“wwwoooiiii……apa maksud loe ngata-ngatain kalo cwe gue “****” asal loe tau aja ya,,,gue nggak trima kalo loe ngatan cwe gue kayak gitu.”

Aku tidak membalas sms dari Dicky…lalu datang sms lagi…

““******” loe Jo…”

sender : Dicky

ternyata itu sms dari Dicky,, tapi aku tetap tidak membalas sms Dicky.

Sorenya … Dicky kembali mengirim sms kepadaku..

“Jo..sebenarnya aku nggak mau kalo kita jd brantem gra-gra cwe…tapi itu bukan salah aku lho, Jo,,kamu taukan kalo kamu dulu udah ditolak sama Mega.. tapi knapa kamu masih ng’ganggu hubungan aku sama Mega..trus loe tau nggak,,aku slalu brantem ma Mega, dan itu semua gara-gara lhoe…!! sekali lagi aku pringatin sama kamu ya, Jo.. JANGAN PERNAH GANGGU MEGA LAGI,, DAN JANGAN GANGGU HUBUNGAN KAMI. KALO LOE MAU BERHUBUNGAN DENGAN MEGA, LOE HARUS BERITAHU GUE DULU, NGERTI..!!” ternyata Dicky yang mengirim sms kepadaku dengan memberikan suatu peringatan..

***

Keesokan harinya,,,

Ini merupakan hari pertama kali kami sekolah di kelas XI..tapi keadaan masih seperti itu juga,, baik hubungan ku dengan Mega, maupun dengan Dicky… masih seperti yang dulu, setiap kali bertemu kami selalu buang muka, kalau kami berdekatan aku selalu ingin menjauh dari mereka,,entah apa yang telah membawaku kedalam masalah ini…

Tapi aku ingin sekali melupakan Mega , bagaimanapun caranya…………………

To Be Continued……………………………!!

pEaCe RooM, ………………………2008

Tinggalkan sebuah Komentar